Pages

Saturday, 4 December 2010

Bumi menjadi pusat tata surya ? Dan matahari mengelilingi bumi ?


Dengan menyebut nama ALLAH YANG MAHA PENGASIH DAN MAHA PENYAYANG. aku berlindung dari godaan setan yang terkutuk. Segala puji bagi ALLAH.



Teman-teman, mungkin kalian benar-benar kaget dengan artikel ini. Artikel yang isinya berbanding terbalik 360o dengan yang selama ini kita pelajari dari SD, SMP, SMA bahkan di Perguruan Tinggi. Dan seluruh dunia juga memakai satu pemahaman bahwa matahari sebagai pusat tata surya dan seluruh bintang mengitarinya termasuk planet yang kita tinggali yaitu bumi. Bumi mengitari matahari. Itu yang kita ketahui sampai saat ini. Lalu sekarang salah satu diantara ulama berpendapat bahwa bumi menjadi pusat tata surya. Jadi matahari mengelilingi bumi. Bukan bumi yang mengelilingi matahari. Bingung dan bertanya-tanya apakah hal itu benar atau tidak? Kemon atuh kang. Baca artikelnya. . .
Salah satu di antara ulama yang berpendapat bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi adalah Syeikh Al-Utsaimin. Keluasan ilmu beliau dan kedalamannya dalam masalah agama, tentu tidak perlu diragukan lagi. Namun bukan berarti beliau harus selalu benar dalam semua pendapatnya.
           1.  Apalagi yang beliau sampaikan bukan terkait dengan masalah umurdiniyyah, melainkan tsaqafah umum terkait dengan sebuah fenomena alam yang di dalam Al-Quran disampaikan lewat isyarat. Bukan lewat pernyataan yang bersifat eksplisit. Artinya, kesalahan dalam memahami hal-hal seperti ini tidak berpengaruh pada masalah aqidah dan syariah, namun lebih kepada informasi tentang fenomena alam dan ilmu pengetahuan. Kalau kita teliti lebih dalam, sebenarnya di dalam Al-Quran tidak pernah ada ayat yang bunyinya secara tegas menyebutkan bahwa matahari bergerak mengelilingi bumi. Penekanannya di sini pada kalimat: mengelilingi bumi. Kalau ayat yang menunjukkan bahwa matahari bergerak dan digerakkan oleh Allah SWT, memang banyak bertaburan di banyak tempat dalam Al-Quran. Akan tetapi tidak ada satupun yang menyebutkan dengan mengelilingi bumi. Yang ada hanya pernyataan bahwa matahari itu bergerak, beredar, terbit, terbenam, condong, pergi, datang dan sejenisnya. Semua pernyataan itu tentu tidak boleh kita tolak. Namun sekali lagi, Al-Quran tidak pernah menyebutkan bahwa matahari MENGELILINGI bumi. Tidak ada ayat yang bunyinya: asyamsu taduru haulal ardhi.

Walhasil, secara zahir nash tidak ada pernyataan di dalam Al-Quran bahwa matahari mengelilingi bumi.

Kalau pun matahari disebutkan telah bergerak dalam arti terbit, terbenam, condong dan sebagainya, tidak ada seorang muslim pun yang menolaknya. Karena zhahir nash memang mengatakan demikian. Perhatikan ayat-ayat berikut ini:

Dan Dia telah menundukkan bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar; dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.(QS. Ibrahim: 33)

Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.(QS. Yasin: 40)

Ilmu pengetahuan sekarang ini tidak menafikan bahwa matahari beredar dan tidak diam. Sampai di sini tidak ada perbedaan antara ayat dengan ilmu pengetahuan. Tetapi ayat ini tidak menyebutkan apapun tentang matahari bergerak mengelilingi bumi. Ayat ini hanya menyebutkan bahwa matahari hanya bergerak saja pada garis edarnya tanpa menyebutkan bahwa garis edarnya mengelilingi bumi.
Kesimpulan pendapat kami mengenai rotasi bumi adalah bahwa dia termasuk perkara yang tidak ditetapkan atau ditolak oleh al-Qur'an dan as-Sunnah. Yang demikian karena firman Allah I dalam surat Luqman ayat 10 yang dijadikan dalil adanya rotasi bumi, tidak menjelaskan secara nyata tentang hal tersebut.

“Dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu.” (QS. Luqman:10)
Sekalipun sebagian orang berdalil dengan ayat ini, (beralasan) bahwa ungkapan “supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu” menunjukkan bahwa bumi bergerak. Seandainya bukan karena gunung tentu apa saja yang ada dipermukaannya telah berguncang (menurut pendapat mereka).
Mengenai firman Allah I,
“Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap.” (QS. al-Mu'min:64)
Juga tidak meniadakan rotasi bumi secara jelas. Karena kestabilan permukaan bumi akibat adanya gunung-gunung telah menjadikannya (seolah-olah) tidak bergerak sekalipun berrotasi.
Sedangkan pendapat kami seputar revolusi bumi, kami berpegang dengan dzahir al-Qur'an dan as-Sunnah yang menunjukkan bahwa matahari mengelillingi bumi yang berakibat pada adanya malam dan siang; sampai ada dalil pasti yang dapat dijadikan hujjah untuk memalingkan dzahir al-Qur'an dan as-Sunnah kepada pendapat bahwa bumi mengelilingi matahari, dan hal itu belum ada.
Yang wajib bagi seorang mukmin dalam perkara ini dan selainnya adalah berpegang dengan dzahir al-Qur'an dan as-Sunnah.
Di antara dalil yang menunjukkan bahwa matahari mengelilingi bumi sehingga berakibat pada adanya malam dan siang adalah firman Allah I,
“Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri.” (QS. al-Kahfi:17)
Ada empat gerakan yang disandarkan kepada matahari. Terbit, condong, terbenam, dan menjauh.
Seandainya malam dan siang adalah dampak dari peredaran bumi terhadap matahari tentu firman-Nya menjadi, “Dan kamu melihat matahari jika nampak permukaan bumi olehnya dia condong ke gua mereka” atau (ungkapan) lainnya.
Di dalam dalil lainnya yang juga shahih, disebutkan hal yang lebih aneh lagi. Yaitu matahari pergi ke 'Arsy.
Dan telah sah bahwa Nabi SAW berkata kepada Abu Dzar ketika matahari terbenam. “Apakah engkau tahu kemana dia pergi?” Abu Dzar menjawab, “Allah dan rasulnya lebih mengetahui.” Nabi berkata, “Sesungguhnya dia pergi bersujud dibawah Arsy dan meminta izin lalu diizinkan. Dan dia meminta izin dan tidak diizinkan. Kemudian dikatakan, kembalilah ketempat kamu muncul dan terbenamlah dari arah baratnya.”
Kalau memang hakikatnya matahari pergi pulang ke arsy tiap hari, dalam logika kita manusia di muka bumi, tentu harus ada masa dalam 24 jam bumi tidak mendapat sinar matahari dan juga alam semesta. Namun separuh manusia yang melata di muka bumi ini selalu dalam keadaan melihat matahari. Matahari tidak pernah tenggelam dari pandangan seluruh manusia di bumi. Apakah kita memahami hadist ini dengan akal? Apakah akal kita dapat menjelaskan tentang persitiwa Isra’ Miraj dan bahwa Nabi Musa yang membelah lautan. Hanya keimanan yang dapat menjawabnya.
Matahari hanya kelihatan terbit buat segelintir orang yang kebetulan berada pada posisi matahari terbit. Demikian juga matahari hanya terbenam dalam pandangan manusia yang kebetulan berada di belahan bumi yang sebentar lagi membelakangi matahari. Dan semua itu terjadi bergantian. Tapi sesungguhnya matahari tidak pernah absen dari kita. Yang terjadi sesungguhnya, manusia lah yang absen dari matahari dengan membelakanginya.
Dalam riwayat ini dijelaskan adanya (gerakan) pergi, kembali, dan terbit. Hal ini menunjukkan bahwa malam dan siang terjadi akibat peredaran matahari mengelilingi bumi.
Mengenai apa yang dikatakan ahli falaq sekarang ini (bahwa bumi mengelilingi matahari), keterangannya belum mengantarkan kami sampai tingkat yakin, sehingga tidak dapat menolak dzahir al-Qur'an dan as-Sunnah nabi kami.

2. Sekarang penjelasan kedua yaitu tentang fasebulan. Bagaimana terjadinya perubahan fase bulan dari bulan sabit menjadi bulan sabit kembabali...? Peristiwa perubahan fase itu hanya bisa terjadi jika matahari dan bulan yang mengelilingi bumi, dan bumi diam dan tidak berotasi....Bukankan bulan mengelilingi bumi selama 23 jam 50 mnt, terlambat 10-11 menit setiap hari...Inilah yang menyebabkan HANYA terjadi masa Ijtima (Bumi-bulan-Mthr dalam 1 garis lurus) hanya terjadi 2 x sebulan..Bukankah memang demikian kenyataannya? Sebaliknya pendapat yang mengatakan bahwa bumi yang berotasi selama 24 jam dan matahari yang diam, maka posisi ijtima akan terjadi 1 kali dalam sehari, dan ini tidak sesuai kenyaataan, karena kenyataannya bulan juga mengitari bumi...Jadi Konsep matahari mengelilingi bumi, merupakan konsep yan kacau, bagai yang mngerti bagaimana terjadinya perubahan fase bulan....

Sudah sangat jelas dalam Al Quran (baca di buku tersebut), bahwa Matahari bergerak dan memiliki lintasan serta mengorbit (artinya lintasannya berupa lingkaran)...Memang Al Quran tidak secara eksplisit menyatakan matahari yang mengelilingi bumi, tetapi dengan kenyataan bahwa matahari itu bergerak melingkar karena memiliki garis edar (QS Yasin dan lainnya) dilain pihak kita lihat sehari-hari matahari itu terbit, bergerak, terbenam membentuk siklus...maka sdh pasti bahwa gerakan melingkar mthri (garis edar mthri) pasti mengelilingi bumi, kalau tidak ...perhatikan wahai saudarakau....Jadi matahari mengeliling apa...kalau bukan bumi....? apakah mengelilingi planet lain .... Silahkan anda pikirkan dengan iman dan akal sehat.
Namun tidak ada satu pun manusia yang dijamin oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW selalu pasti benar dalam segala halnya. Bahkan para shahabat yang mulia dan dijamin masuk surga sekalipun, terkadang tidak saling sependapat dalam banyak masalah antara sesama mereka. Perbedaan pandangan di kalangan shahabat nabi SAW menunjukkan bahwa seseorang bisa saja punya pendapat yang berbeda dengan saudaranya, tanpa harus terjadi permusuhan atau saling ejek di antara mereka.
Dan karena Al-Quran bukan kitab astronomi, bahkan punya unsur sastra yang tinggi, maka sah-sah saja semua ungkapan yang seolah-olah menggambarkan bahwa matahari melakukan semua gerakan itu. Tanpa harus terjebak untuk menjelaskannya secara astronomi.
Jadi mohon maaf bila ada yang tersinggung dengan artikel ini. Semoga kelak ada astronot dari kaum muslimin yang pergi ke luar angkasa. Dan semoga kebenaran datang dan kebatilan musnah. Telaah ilmu dengan iman, hati dan akal. Dan serahkan semuanya kepada ALLAH Maha Sempurna. Bersambung
Wallahu a’lam.

Untuk lebih lengkapnya silahkan donwload document tentang pendapat yang setuju maupun tidak setuju tentang bumi mengelilingi matahari atau bumi menjadi pusat tata surya.

6 comments:

  1. http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/ezines-and-newsletters/2231602-teori-asal-usul-tata-surya/ coba di buka.. smuga bisa sbg penjelas bhw matahari tdk mengelilingi bumi..

    ReplyDelete
  2. itu yang ngomong ulama jahil yang tidak mengerti makna Qur'an sehingga menafsirka dengan akal akalan saja, dan demi mencari sensasi agar menjadi terkenal....mau masuk tv tad...??

    orang tersebut adalah ulama
    ula = ular(bahasa sunda)
    ma = air(bahasa arab)

    bukan 'ulama = orang berilmu (agama)

    pesan buat(khowarij mujassimah) jahil murokkab
    jangan GOBLLOOKKK ...!!

    ReplyDelete
  3. khowarij khowarij...!! sudah jahil murokkab, dasar anak yahudi... hahahaha...

    ReplyDelete
  4. aku setuju dengan ini
    pada knyataanna kaum materialis lah yang mngumbar matahari sbagai pusat tata surya
    Kita Manusia ada khalifah dan Allah Juga berfirman bahwa manusia adalah makhluk paling smpurna,

    ReplyDelete
  5. jangan cuma percaya begitu aja. udah gitu teriak2 ga jelas. ngomong bahasa ga jelas pula. tolong dong belajar aberasi bintang (perubahan posisi bintang karena bumi bergerak) dan efek dopler yang menjelaskan kalau warna bintang yang kelap kelip karena pemecahan spektrum cahaya bintang karena bumi bergerak.

    ReplyDelete
  6. saring : coba pikirkan, teori mengatakan bumi itu berputar sangat cepat sehingga manusia tidak merasakan putaranya. terus satelit yang di orbitkan untuk komunikasi gimana ngejarnya! contoh satelit palapa kan di orbitkan untuk indonesia apa tidak mungkin satelit itu diam tidak bergerak dan mengikuti pergerakan bumi. contoh lain coba anda keluar dimalam hari lihatlah bintang bintang itu berpindah atau diam, kalau bergerah berarti bumi berputar kalau diam ditempatnya berarti bumi tidak berputar.

    ReplyDelete

Habis baca enakkan koment

Motivation Today